Consumer Industry & Trade Markets

KIOS Targetkan 100.000 Mitra pada 2019

Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) menargetkan ekspansi outlet sebanyak 100.000 outlet pada 2019 melalui kerja sama dengan mitra usaha kecil dan menengah (UKM). Pertumbuhan jumlah outlet ini mencapai lima kali lipat dibandingkan dengan jumlah outlet perusahaan sebelum KIOS mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Jasin Halim, Direktur Utama KIOS, mengatakan perseroan akan merambah wilayah Bali dan Kalimantan untuk ekspansi outlet. Saat ini fokus pengembangan outlet perseroan masih di Pulau Jawa dan Sumatera.

“Sumatera dan Jawa masih besar sekali potensi pertumbuhannya tetapi di saat yang bersamaan kami juga memiliki 100 Kioson Center yang membantu akuisisi outlet-outlet baru di wilayah lain,” kata Jasin dalam public expose.

Ekspansi ini akan membantu memperbesar kontribusi bisnis KIOS terhadap total pendapatan perusahaan. Seperti diketahui, pasca akuisisi Narindo Solusi Komunikasi pada pertengahan Oktober lalu, perseroan memproyeksikan bakal membukukan pendapatan Rp 741 miliar. Kontribusi Narindo terhadap pendapatan perusahaan akan lebih dari 90%.

“Dalam beberapa tahun ke depan, kami harapkan kontribusi Kioson terhadap pendapatan konsolidasi bisa mencapai 30% dan porsi Narindo menjadi 70%. Ini untuk mengurangi ketergantungan terhadap Narindo,” kata Jasin.

Setiawan Parikesit, Direktur Keuangan KIOS, mengatakan tahun ini perseroan masih memproyeksikan rugi bersih Rp 2,7 miliar karena kinerja Narindo akan dikonsolidasikan penuh pada 2018. Perseroan menargetkan dapat membukukan laba bersih Rp 25 miliar pada 2018 dengan pendapatan Rp 2,09 triliun. Pada 2019, pendapatan perseroan akan mencapai Rp 2,62 triliun dengan laba bersih Rp 29 miliar.

Saat ini perdagangan saham KIOS masih dihentikan sementara oleh BEI karena kenaikan harga saham sejak IPO mencapai 1.003,33%. Perseroan berharap perdagangan sahamnya dapat dibuka kembali pasca public expose tersebut. (*)