Infrastructure Markets Property

Wika Gedung Tawarkan Saham IPO Rp 290-Rp 456

Wijaya Karya Bangunan Gedung (Wika Gedung) akan menawarkan 2,82 miliar saham atau 30% saham dalam penawaran umum perdana (IPO). Perseroan membidik dana Rp 818 miliar-Rp 1,28 triliun dengan kisaran harga saham IPO Rp 290-Rp 456.

Kisaran harga saham tersebut mencerminkan price earning ratio 2018 sebesar 7-11 kali. “Base offering kami 30%. Jika memang permintaannya bagus dan oversubscribe, bisa kami naikkan menjadi maksimal 40% atau 4,47 miliar saham,” kata Primonanto Budi Atmojo, Direktur Mandiri Sekuritas, salah satu penjamin emisi IPO Wika Gedung.

Perseroan juga akan melakukan penawaran saham secara terbatas kepada investor institusi di luar negeri. “Kami akan bertemu investor di Kuala Lumpur, Hong Kong, dan Singapura,” kata Ratna Karim, Direktur Buana Capital, penjamin emisi IPO Wika Gedung.

Nur Al Fata, Direktur Human Capital dan Pengembangan Investasi Wika Gedung, mengatakan perseroan akan menggunakan 40% dana IPO untuk investasi penyediaan ruang gedung yang akan dijual secara bulk sales atau sudah miliki penyewa jangka panjang. Investasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan recurring income.

Sekitar 20% dana IPO akan digunakan untuk memperkuat tiga lini bisnis, yakni geoteknik, precast, dan joint venture di perusahaan modular. Sekitar 10% dana IPO akan digunakan untuk investasi alat produksi dan teknologi informasi. Sisanya sebesar 30% untuk modal kerja perusahaan.

Hingga Oktober 2017, perseroan membukukan kontrak baru Rp 5,89 triliun atau 80% dari target tahun ini sebesar Rp 7,4 triliun. Laba bersih perseroan mencapai Rp 176 miliar. (*)