Finance Markets

BNII Bukukan Laba Bersih Rp 1,4 Triliun

Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) membukukan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non-pengendali sebesar Rp 1,4 triliun, naik 12% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan laba perseroan didorong oleh pertumbuhan kredit, khususnya di segmen perbankan global dan kinerja pembiayaan syariah.

Taswin Zakaria, Presiden Direktur BNII, mengatakan pertumbuhan kredit perseroan per September 2017 mencapai 4,6% menjadi Rp 121,8 triliun. Di segmen perbankan global, pertumbuhan kredit mencapai 29% menjadi Rp 28,2 triliun karena gencarnya penyaluran kredit di sektor infrastruktur. Kredit community financial services (CFS) non-ritel naik 3,4% menjadi Rp 51,4 triliun. Sementara itu, kredit CFS ritel turun 6% menjadi Rp 42,2 triliun karena perlambatan di sektor konsumer.

Rasio kredit bermasalah (NPL) gross BNII berada di level 3,9% sedangkan NPL net 2,4%. Perseroan mencatat penurunan biaya provisi sebesar 15,1% menjadi Rp 1,3 triliun pada kuartal III 2017. “Meskipun demikian, BNII tetap konservatif dalam mengelola kualitas aset sehubungan prediksi ekonomi mendatang diperkirakan akan tetap penuh tantangan,” kata Taswin.

Unit perbankan syariah BNII mencatat pertumbuhan pembiayaan 50,5% menjadi Rp 17,1 triliun per September 2017. Laba bersih pembiayaan syariah juga melejit 63,3% menjadi Rp 561,6 miliar. Non performing financing (NPF) gross turun 139 bps menjadi 3,99% dan NPF net turun 103 bps menjadi 2,67%.

Dana pihak ketiga BNII naik 3,03% menjadi Rp 119,1 triliun dengan rasio CASA mencapai 38%. Loan to deposit ratio (LDR) berada di level 87,6% sedangkan loan to funding ratio (LFR) di level 86,3%. (*)