Finance Markets

IHSG Tertekan Aksi Ambil Untung

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu tertekan oleh aksi ambil untung yang dilakukan investor pasca rekor tertinggi 6.025,43 poin pada Rabu (25/10). Namun, secara mingguan IHSG masih menguat 0,77% ke level 5.975,28 poin.

Penguatan indeks ditopang oleh sektor pertambangan, industri dasar, konsumer, properti dan real estate, jasa dan perdagangan, pertanian, serta manufaktur. Indeks sektor pertambangan meningkat 4,56% menjadi 1.597,58 poin. Indeks sektor industri dasar naik 4,13% menjadi 661,19 poin. Indeks sektor jasa dan perdagangan naik 1,73% menjadi 928,87 poin.

Sementara itu, indeks sektor aneka industri turun 0,82% menjadi 1.340,83 poin. Indeks sektor infrastruktur turun 0,69% menjadi 1.152,92 poin sedangkan indeks sektor keuangan turun 0,63% menjadi 1.023,95 poin.

Nilai kapitalisasi pasar IHSG pada periode 23-27 Oktober 2017 naik 1,43% menjadi Rp 6.518,07 triliun. Di sisi lain, investor asing kembali melakukan aksi jual bersih Rp 73 miliar. Sejak awal tahun ini, investor asing mencatat net sell Rp 18,38 triliun.

Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham yang ditransaksikan dengan volume terbesar 4,05 miliar dengan nilai transaksi Rp 975,86 miliar. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menjadi saham yang ditransaksikan dengan nilai terbesar Rp 4,98 triliun dengan volume 1,19 miliar saham.

Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menjadi saham yang mencatat kenaikan harga tertinggi 140,87% menjadi Rp 1.385. Sementara itu, Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) mencatat penurunan harga terbesar 60% menjadi Rp 274. (*)