Infrastructure Markets Property

Laba Bersih ACST Melejit 178%

Acset Indonusa Tbk (ACST) membukukan laba bersih Rp 111 miliar, melejit 178% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan laba bersih tersebut ditopang oleh pendapatan perseroan yang meningkat 50,7% menjadi Rp 1,94 triliun.

Maria Cesilia Hapsari, Corporate Secretary ACST, pendapatan perseroan pada kuartal III 2017 didominasi oleh sektor infrastruktur sebesar 53%, konstruksi 34%, pondasi 9%, dan lainnya 4%. Pendapatan sektor lainnya dikontribusikan oleh anak perusahaan di sektor perdagangan. “Kenaikan pendapatan dan laba bersih pada periode ini terutama didukung kontribusi proyek Tol Layang Jakarta-Cikampek II,” kata Maria.

Perolehan kontrak baru perseroan hingga September 2017 mencapai Rp 7,15 triliun atau 95,3% dari total target kontrak baru tahun ini sebesar Rp 7,5 triliun. ACST mendapatkan kontrak proyek di bidang infrastruktur untuk Tol Layang Jakarta-Cikampek II, Tol Bakauheni-Sidomulyo, dan Tol JORR II Ruas Kunciran-Serpong. Untuk pekerjaan pondasi, perseroan menggarap proyek mixed use development di Kebon Sirih, bored-pile untuk St Regis, PLTU Jepara Unit 5 dan 6, serta proyek pondasi untuk Menara Tendean.

“Proporsi perolehan kontrak baru perseroan di sektor infrastruktur adalah sebesar 96% dan fondasi sebesar 4%,” kata Maria. Selain itu, ACST masih mengerjakan beberapa proyek struktur untuk Apartemen West Vista, Indonesia 1, Thamrin Nine, Lot 28 SCBD, dan Langham Lot 13 SCBD.

Pada sesi pertama perdagangan Senin (30/10), harga saham ACST stagnan di Rp 3.000. (*)