Finance Markets

Pangsa Pasar Keuangan Syariah Capai 8%

Pangsa pasar industri keuangan syariah di Indonesia mencapai Rp 1.048,8 triliun atau 8,01% dari total aset industri keuangan yang mencapai Rp 13.092 triliun per Agustus 2017. Pasar modal syariah di luar saham syariah memberikan kontribusi terbesar, yakni mencapai Rp 559,59 triliun atau 53,35%. Nilai aset perbankan syariah hingga Agustus 2017 mencapai Rp 389,74 triliun sedangkan industri keuangan non bank (IKNB) syariah Rp 99,15 triliun.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini industri keuangan syariah mampu berkembang secara berkelanjutan dan berperan penting dalam perekonomian nasional. Industri keuangan syariah akan mampu memenuhi permintaan masyarakat terhadap produk-produk dan layanan keuangan syariah maupun mendukung pembiayaan infrastruktur.

Industri perbankan syariah saat ini terdiri atas 13 bank umum syariah, 21 bank unit syariah, dan 167 BPR syariah. IKNB syariah terdiri atas 59 perusahaan asuransi syariah, 38 perusahaan pembiayaan syariah, 6 penjaminan syariah, 10 LKM syariah, dan 10 IKNB syariah lainnya.

Hingga Agustus 2017, jumlah sukuk negara mencapai 56 seri atau 33,53% dari total jumlah Surat Berharga Negara (SBN) sebanyak 167 seri. Nilai outstanding sukuk negara mencapai Rp 524,71 triliun atau 16,99% dari total nilai outstanding SBN Rp 3.087,95 triliun. Jumlah sukuk korporasi mencapai 68 seri dengan nilai Rp 14,26 triliun.

Jumlah reksadana syariah per 31 Agustus 2017 sebanyak 160 reksadana atau meningkat 17,65% dibandingkan akhir tahun 2016 sebanyak 136 reksadana. Nilai aktiva bersih (NAB) reksadana syariah mencapai Rp 20,62 triliun atau meningkat 38,30% dibandingkan NAB akhir  2016 sebesar Rp 14,91 triliun. (*)