Industry & Trade Markets

Panca Budi Bidik Dana IPO Rp 857 Miliar

Panca Budi Idaman, produsen plastik kemasan terintegrasi, akan melepas 738,81 juta saham atau 33% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam initial public offering (IPO). Perseroan membidik dana segar Rp 598 miliar-Rp 857 miliar dengan kisaran harga saham Rp 810-Rp 1.160.

Feb Sumandar, Direktur Utama Bahana Sekuritas, penjamin emisi IPO Panca Budi, mengatakan sekitar 70% dana IPO akan digunakan untuk belanja modal perusahaan sedangkan 30% sisanya untuk modal kerja.

Djonny Taslim, Direktur Utama Panca Budi, mengatakan saat ini perseroan memiliki 7 pabrik yang tersebar di Jawa dan Sumatera, yakni 5 pabrik di Provinsi Banten, 1 pabrik di Jawa Tengah, 1 pabrik di Sumatera Utara. Kapasitas produksi mencapai 6.000 ton per bulan atau 72.000 ton per tahun.

Perseroan akan menggunakan belanja modal untuk menambah kapasitas produksi dan jaringan distribusi. Tan Hendra, Direktur Keuangan Panca Budi, mengatakan perusahaan berencana membuka 7 gudang (warehouse) serta 2 pabrik baru di Jawa dan Sulawesi. Perseroan membutuhkan investasi Rp 45 miliar-Rp 50 miliar untuk pembangunan 1 gudang. Sementara itu, pembangunan 1 pabrik membutuhkan investasi Rp 85 miliar-Rp 90 miliar.

Pabrik baru akan dibangun pada 2018-2019. “Pembangunan 1 pabrik akan meningkatkan kapasitas produksi sebesar 27.000 ton per tahun sehingga pada 2019 tambahan kapasitas mencapai 54.000 ton,” kata Tan Hendra.

Salah satu gudang perseroan akan dibangun di Inggris, untuk mendekatkan distribusi produk Panca Budi yang diekspor ke pasar Eropa. Saat ini ekspor berkontribusi 5% terhadap penjualan perusahaan sedangkan pasar domestik sebesar 95%. Hingga Juni 2017, perseroan membukukan penjualan bersih Rp 1,61 triliun dan laba bersih Rp 98 miliar.

Bookbuilding IPO Panca Budi berlangsung 31 Oktober-15 November 2017. Perseroan memperkirakan penawaran umum akan dilakukan pada 30 November-5 Desember 2017 dan pencatatan di BEI pada 11 Desember 2017. Joint lead underwriters dalam IPO ini adalah Bahana Sekuritas, CIMB Sekuritas, dan BCA Sekuritas. (*)