Markets Property

Investasi Kohler akan Dorong Penjualan Lahan DMAS

Puradelta Lestari Tbk (DMAS) optimistis dapat meningkatkan pendapatan hingga akhir tahun ini. Perseroan telah mendapatkan komitmen investasi dari Kohler, perusahaan asal Amerika Serikat (AS), untuk membangun pabrik di lahan seluas 20 ha di Greenland International Industrial Center (GIIC), Kota Deltamas.

Tondy Suwanto, Direktur DMAS, mengatakan Kohler merupakan perusahaan yang berusia 145 tahun dan memiliki 50 pabrik di seluruh dunia. Di Asia Pasifik, Kohler memiliki 10 pabrik di China selain pabrik baru yang akan dibuka di Kota Deltamas.

“Dengan hadirnya Kohler di Kota Deltamas, portofolio sektor industri di kawasan industri kami akan bertambah dan semakin bervariasi. Hal ini juga memperlihatkan bahwa kawasan industri GIIC terus dipercaya oleh investor asing karena akses dan lokasi yang strategis, serta fasilitas pendukung yang lengkap,” kata Tondy.

Hingga akhir September 2017 perseroan membukukan pendapatan Rp 493,6 miliar dan laba Rp 254,4 miliar. Total penjualan lahan DMAS mencapai 37,5 ha. “Dengan selesainya proses penjualan lahan ke Kohler, marketing sales perseroan akan mencapai 57,5 ha. Dengan penjualan itu, maka target penjualan lahan industri perseroan tahun ini dipercaya dapat tercapai,” kata Tondy.

Sebelumnya, dua perusahaan otomotif SAIC GM Wuling dan Mitsubishi mulai beroperasi di Kota Deltamas. Pabrik Mitsubishi menempati lahan seluas 51 ha dan beroperasi sejak April 2017. Pabrik SAIC GM Wuling berada di lahan seluas 60 ha dan beroperasi sejak Juli 2017.

Sementara itu, penjualan lahan komersial DMAS hingga kuartal III 2017 mencapai 3,8 ha atau tiga kali lipat daripada penjualan lahan komersial pada akhir semester I sejumlah 1,3 ha. Saat ini Perseroan sedang mengembangkan Greenland Square, sebuah pusat perbelanjaan modern di jantung komersial Kota Deltamas. Di samping itu, pengembang AEON Mall telah membeli lahan komersial seluas 20 ha yang berlokasi di sebelah Serviced Apartment Le Premier yang dioperasikan DMAS.

Perseroan juga akan terus berinvestasi untuk mengembangkan fasilitas pendukung di Kota Deltamas. Hal ini didukung oleh kas yang mencapai Rp 541,1 miliar per 30 September 2017. Perseroan juga memiliki ekuitas Rp 6,9 triliun dan total aset Rp 7,3 triliun. (*)