Consumer Infrastructure Markets

LINK Bukukan Pendapatan Rp 2,5 Triliun

Link Net Tbk (LINK) membukukan pendapatan Rp 2,5 triliun per 30 September 2017, meningkat 16,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 22,4% menjadi Rp 740 miliar.

Irwan Djaja, Direktur Utama dan CEO LINK, mengatakan pendapatan perusahaan ditopang oleh kenaikan rata-rata pendapatan per pelanggan atau average revenue per user (ARPU) menjadi Rp 420.000. Jumlah unit pelanggan juga naik menjadi 26.995 pelanggan, terdiri atas 13.639 pelanggan broadband dan 13.356 pelanggan televisi berbayar.

“Perseroan terus memperluas cakupan jaringannya dan berhasil menambah 118.000 rumah terkoneksi baru hingga akhir September 2017,” kata Irwan. Penetrasi jumlah pelanggan terhadap cakupan jaringan meningkat menjadi 28,8%.

Perseroan mencatat kenaikan margin laba usaha sebesar 19 basis poin menjadi 40,1%. Adapun margin laba bersih naik 13 bps menjadi 29,5%.

Irwan optimistis LINK dapat melanjutkan peningkatan kinerjanya hingga akhir tahun ini seiring dengan kenaikan permintaan layanan internet kecepatan tinggi dan tv berbayar.

LINK mengoperasikan jaringan kabel hybrid fiber coaxial (HFC) dan fiber to the home (FTTH) yang menyediakan akses internet kecepatan tinggi untuk pelanggan ritel dan korporasi. LINK juga mengoperasikan layanan tv berbayar bersama First Media Television. Cakupan wilayah operasi perseroan adalah Jabodetabek, Surabaya, Malang, Bandung, Bali, Medan, serta Batam. (*)