Industry & Trade Markets

Penjualan SMBR Turun 4,2%

Penjualan Semen Baturaja Tbk (SMBR) hingga kuartal III 2017 mencapai Rp 999,6 miliar, turun 4,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini disebabkan adanya penjualan semen dari Pabrik Baturaja II yang belum bisa diakui sebagai pendapatan.

“Selama Juli-Agustus 2017 terdapat semen dari Pabrik Baturaja II yang dijual dan tidak bisa diakui sebagai revenue karena masih dalam status percobaan dan menjadi negative cost Pabrik Baturaja II,” kata Rahmad Pribadi, Direktur Utama SMBR. Namun, per 1 September 2017 Pabrik Baturaja II telah beroperasi secara komersial dan penjualannya mulai dibukukan sebagai pendapatan.

“Jika diakumulasi, seharusnya pendapatan kami selama sembilan bulan di 2017 naik 2,75%, lebih tinggi dari pertumbuhan pendapatan industri yang hanya 1,5%,” kata Rahmad.

Volume penjualan semen SMBR pada periode Januari-September 2017 mencapai 1,16 juta ton, naik 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perseroan membukukan laba bersih Rp 107,5 miliar, turun 38,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu karena penurunan pendapatan lain-lain dan kenaikan beban bunga.

Rahmad mengatakan, perseroan optimistis kinerja perusahaan akan lebih baik dengan selesainya pabrik Baturaja II. “SMBR bisa mempertahankan COGS per ton sehingga laba kotor bertahan sebesar Rp 331,6 miliar di kuartal III 2017, relatif sama seperti tahun lalu,” kata Rahmad. Harga jual produk semen SMBR per ton hanya turun 1% sedangkan di industri penurunan harga semen mencapai 8%-10%.

Pada perdagangan Rabu (1/11), harga SMBR naik 0,36% menjadi Rp 2.800. (*)