Infrastructure Markets

Moratelindo Targetkan IPO di 2018-2019

Mora Telematika Indonesia (Moratelindo), penyedia jasa internet dan data center, menargetkan dapat menawarkan sahamnya ke publik pada 2018-2019. Perseroan memperkirakan akan melepas 20% saham dengan target dana USD 200 juta-USD 300 juta.

Galumbang Menak, Direktur Utama Moratelindo, mengatakan valuasi yang tinggi tersebut berdasarkan proyek backbone internet Palapa Ring Barat dan Palapa Ring Timur yang diperkirakan akan tuntas pembangunannya pada 2018. Proyek Palapa Ring Barat sepanjang 2.200 km akan beroperasi komersial pada kuartal I 2018. Nilai investasi untuk proyek tersebut mencapai Rp 1,2 triliun dengan jangka waktu kontrak 15 tahun.

Proyek Palapa Ring Timur sepanjang 6.900 km akan beroperasi komersial pada akhir 2018. Nilai investasi di proyek ini mencapai Rp 5,2 triliun dengan jangka waktu kontrak 15 tahun. Untuk proyek Palapa Ring Barat, perseroan mendapatkan pinjaman dari Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 876 miliar. Untuk Palapa Ring Timur, perseroan mendapatkan pinjaman sindikasi dari Bank BNI Tbk (BBNI), ICBC Indonesia, Bank Papua, Bank Sulsel dan Sulbar, serta Bank Maluku dan Malut senilai Rp 4 triliun.

“IPO akan dilakukan setelah proyek Palapa Ring selesai karena kalau pada masa pembangunan tentu ada risiko-risiko yang dihadapi,” kata Galumbang.

Yopie Widjaja, Direktur Keuangan Moratelindo, mengatakan setelah kedua proyek besar tersebut selesai, perseroan memproyeksikan akan ada tambahan pendapatan Rp 1,6 triliun per tahun dari masing-masing proyek. Hingga akhir tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,32 triliun-Rp 1,38 triliun, naik 10%-15% dibandingkan pendapatan 2016 sebesar Rp 1,2 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, perseroan membukukan pendapatan Rp 516 miliar per Mei 2017, meningkat 111,88% dibandingkan periode yang sama 2016. Laba bersih perseroan tercatat Rp 55 miliar dan aset Rp 2,58 triliun. (*)