Infrastructure Markets

Moratelindo Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun

Mora Telematika Indonesia (Moratelindo), perusahaan penyedia jasa internet dan pusat data (data center), menawarkan obligasi senilai Rp 1 triliun. Perseroan akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi untuk investasi dan modal kerja.

Galumbang Menak, Direktur Utama Moratelindo, mengatakan perseroan akan menawarkan obligasi tersebut dalam dua seri. Seri A dengan tenor 3 tahun menawarkan kupon 9,5%-10% per tahun. Seri B dengan tenor 5 tahun menawarkan kupon 10%-10,5% per tahun. Obligasi Moratelindo mendapat peringkat idA dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

“Perseroan akan menggunakan 90% dana obligasi untuk investasi, antara lain untuk pembangunan jaringan fiber optik di Pulau Jawa dan Sumatera,” kata Galumbang. Perseroan membutuhkan belanja modal (capex) sebesar Rp 1,8 triliun pada 2017. Sekitar Rp 800 miliar dari capex tersebut berasal dari vendor financing, antara lain dari Huawei dan GTE.

Bisnis perseroan terbagi menjadi bisnis telekomunikasi untuk pembangunan backbone internasional, domestik, maupun pemeliharaan base trasceiver service (BTS). Perseroan juga memberikan layanan wholesale berupa international private leased circuit (IPLC), IP transit, domestic leased circuit (DLC), dan data center. Untuk korporasi, peseroan memberikan layanan internet, data center, dan cloud services. Sementara untuk konsumen ritel, perseroan memberikan layanan internet, telepon, tv kabel, dan wifi dengan merek Oxygen.id.

“Kami ingin memperbesar pendapatan dari pemasangan internet di gedung-gedung (enterprise) sehingga komposisi pendapatan nanti akan menjadi 30% dari operator telekomunikasi, 30% enterprise, dan 30% ritel,” kata Galumbang. Pada 2021, perseroan menargetkan kontribusi pendapatan dari pelanggan korporasi dan ritel akan berimbang menjadi 50:50.

Hingga akhir 2017, perseroan menargetkan pendapatan tumbuh 10%-15% dibandingkan pendapatan 2016 sebesar Rp 1,2 triliun. Laba bersih perseroan diperkirakan mencapai Rp 30 miliar, tumbuh 3 kali lipat dibandingkan laba bersih 2016 sebesar Rp 10 miliar. “Laba bersih tahun lalu kecil karena ada tax amnesty,” kata Galumbang.

Bookbuilding obligasi Moratelindo berlangsung pada 3-15 November 2017. Penawaran umum dilaksanakan pada 29-30 November 2017 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 7 Desember 2017. Penjamin emisi obligasi Moratelindo adalah Bahana Sekuritas. (*)