Infrastructure Markets Property

Model Bisnis yang Unik Jadi Keunggulan PP Presisi

PP Presisi, anak usaha PT PP Tbk (PTPP) yang bergerak di bidang jasa konstruksi, memiliki model bisnis yang unik yang menjadi keunggulan kompetitif dibandingkan kompetitor di industri serupa. Valuasi saham PP Presisi berdasarkan price to book value (PBV) juga lebih murah dibandingkan kompetitor, seperti Sitara Propertindo Tbk (TARA) dan Jaya Konstruksi Tbk (JKON).

Menurut Aji Setiawan dan Lanjar Nafi, Analis Reliance Sekuritas, PP Presisi mengembangkan lini bisnisnya dari penyedia jasa penyewaan alat konstruksi kemudian merambah bisnis formwork, foundation, ready mix, dan civil work. Perseroan melakukan transformasi untuk sektor usaha erector dan mechanical electrical hingga ke sektor usaha non-konstruksi untuk bidang kontraktor pertambangan, transportasi, dan logistik.

Perseroan akan menawarkan 4,24 miliar saham atau 35% dari modal disetor dan ditempatkan pasca IPO. Dengan kisaran harga IPO sebesar Rp 430-Rp 550 per saham, perseroan diperkirakan memperoleh dana Rp 1,8 triliun-Rp 2,3 triliun.

“Harga wajar saham perseroan sebesar Rp 810 setelah IPO dalam 12 bulan ke depan bila menghitung besaran porsi saham, PE industri, dan EPS perseroan menggunakan IPO valuations,” kata Aji. Hal ini menunjukkan potensi upside sebesar 47,18% dari harga penawaran tertinggi.

Reliance juga menilai PBV perseroan setelah diakumulasi dengan penerbitan saham IPO berada di 1,43 kali. Valuasi PBV PP Presisi ini setara dengan PBV ADHI sebesar 1,42 kali dan lebih murah dibandingkan PBV TARA yang sebesar 6,94 kali maupun JKON sebesar 4,45 kali. Oleh karena itu, Reliance merekomendasikan BELI saham PP Presisi.

Henny Indrawati, Analis Sinarmas Sekuritas, mengatakan valuasi harga saham IPO PP Presisi di kisaran Rp 430-Rp 550 mencerminkan PE FY18F sebesar 13,9 kali-17,7 kali. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan valuasi induk usahanya PTPP yang memiliki PE FY18F sebesar 10,5 kali.

Perseroan mencatatkan kinerja yang bagus dengan pendapatan bersih sebesar Rp 441,05 miliar per Juli 2017, meningkat 153,59% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari lima lini bisnis PP Presisi, lini bisnis civil works memberikan kontribusi terbesar, yakni mencapai 48,9%. Lini bisnis ready mix memberikan kontribusi terbesar kedua sebesar 25,8%.

PP Presisi membukukan total kontrak (order book) senilai Rp 7,4 triliun atau 68,8% dari total order book 2017. Kontrak tersebut terdiri atas Rp 2,5 triliun kontrak baru dan Rp 4,9 triliun carry over. Ke depan, perseroan akan mengurangi ketergantungan terhadap penjualan internal ke level 60% dan sedangkan porsi penjualan eksternal akan dinaikkan menjadi 40%. (*)