Finance Markets

Cadangan Devisa Oktober Capai USD 126,5 Miliar

Cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2017 berada di level USD 126,5 miliar, turun 2,24% dibandingkan posisi September 2017 sebesar USD 129,4 miliar. Penurunan cadangan devisa disebabkan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan upaya stabilisasi rupiah yang dilakukan Bank Indonesia (BI).

Agusman, Direktur Eksekutif Bank Indonesia, mengatakan posisi cadangan devisa tersebut cukup untuk menutup kebutuhan impor selama 8,6 bulan atau kebutuhan impor selama 8,3 bulan dan pembayaran utang luar negeri pemerintah Indonesia. Angka ini jauh di atas standar internasional kecukupan cadangan devisa yang mencakup 3 bulan impor.

“Bank Indonesia menilai posisi cadangan devisa mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan mempertahankan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Agusman. Selain pembayaran utang luar negeri dan kegiatan stabilisasi nilai tukar rupiah, penurunan cadangan devisa disebabkan penurunan simpanan valuta asing (valas) perbankan di BI karena kebutuhan perusahaan-perusahaan untuk membayar kewajiban valas.

BI akan terus mempertahankan kecukupan cadangan devisa untuk mendukung stabilitas ekonomi makro dan sistem keuangan. Hal ini didukung oleh kondisi ekonomi domestik yang positif, kinerja ekspor yang lebih baik, dan perkembangan pasar keuangan global yang kondusif. (*)