Industry & Trade Markets

Kompetisi dan Kelebihan Suplai Tekan INTP

Kinerja Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) diperkirakan masih akan tertekan oleh kompetisi yang ketat dan kelebihan pasokan di pasar semen domestik. Pemulihan penjualan yang terlihat pada kuartal III 2017 belum mampu mendorong margin perseroan.

Mimi Halimin, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan kinerja INTP pada kuartal III 2017 menunjukkan perbaikan pendapatan cukup signifikan. Perseroan membukukan pendapatan Rp 4 triliun pada kuartal III 2017, naik 10,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Beberapa faktor yang mendorong pendapatan perseroan adalah pertumbuhan volume penjualan yang lebih baik di Jawa bagian barat, yang merupakan kontributor terbesar bagi perusahaan. INTP mencatat volume penjualan semen sebesar 4,7 juta ton pada kuartal III 2017, naik 16,8% dibandingkan kuartal III 2017. Total volume penjualan semen perseroan pada periode Januari-September 2017 mencapai 12,7 juta ton, hanya naik 3,3% yoy.

“Gross profit margin (GPM) dan operating profit margin (OPM) membaik masing-masing menjadi 34,9% dan 14,2% tetapi masih di bawah ekspektasi kami,” kata Mimi. Net profit margin (NPM) turun 30 bps menjadi 12,7%. Laba bersih perseroan pada kuartal III 2017 mencapai Rp 504,6 miliar, turun 29,8% yoy.

Pasar Jawa bagian barat yang menjadi fokus penjualan INTP menunjukkan pertumbuhan yang kuat dalam beberapa bulan terakhir. “Jika pemulihan permintaan di wilayah INTP bertahan, prospek kinerja INTP mungkin akan kami revisi,” kata Mimi. Saat ini, Mirae masih berhati-hati karena melihat persaingan di sektor semen khususnya di Jawa Barat semakin ketat dengan masuknya sejumlah pemain baru. Hal ini menggerus pangsa pasar INTP.

Selain kompetisi, Mirae melihat margin perseroan berpotensi tertekan oleh kenaikan beban bahan bakar minyak (BBM) dan listrik. Mirae merekomendasikan SELL saham INTP dengan target harga Rp 15.015. (*)