Finance Markets Property

Aksi Jual Menekan IHSG

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode 6-10 November 2017 kembali tertekan oleh aksi jual yang dilakukan pelaku pasar. IHSG melemah 0,29% ke level 6.021,82 poin meski pada awal pekan sempat menorehkan rekor baru di level 6.050,82 poin. Nilai kapitalisasi pasar BEI juga turun 0,29% menjadi Rp 6.665,64 triliun.

Rata-rata nilai transaksi perdagangan saham harian merosot 18,86% menjadi Rp 7,74 triliun. Rata-rata volume transaksi perdagangan saham harian turun 9.97% menjadi 9,21 miliar unit saham. Adapun rata-rata frekuensi transaksi saham harian turun 2,10% menjadi 309.420 kali transaksi. Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) Rp 2,52 triliun.

Indeks sektor perdagangan dan jasa turun paling dalam 2,33% menjadi 894,11 poin. Indeks sektor pertambangan turun 1,22% menjadi 1.609,36 poin disusul indeks sektor industri dasar yang turun 1,2% menjadi 667,6 poin. Indeks sektor properti dan real estate turun 0,82% menjadi 503,12 poin. Indeks sektor pertanian turun 0,09% menjadi 1.766 poin dan indeks sektor konsumer turun 0,05% menjadi 2.563,48 poin.

Indeks sektor aneka industri naik paling tinggi 2,32% menjadi 1.399,26 poin. Indeks sektor keuagan dan manufaktur naik 0,11% masing-masing menjadi 1.049,55 poin dan 1.524,9 poin. Indeks sektor infrastruktur naik 0,10% menjadi 1.152,94 poin.

Hanson International Tbk (MYRX) menjadi saham yang ditransaksikan dengan volume terbesar 7,98 miliar saham dengan nilai Rp 858,07 miliar. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menjadi saham yang ditransaksikan dengan nilai terbesar Rp 3,21 triliun dengan volume 776 juta saham.

Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) mencatat kenaikan harga tertinggi dalam sepekan, yakni 70% menjadi Rp 238. Rimo International Lestari Tbk (RIMO) mengalaman penurunan harga paling dalam 43,2% menjadi Rp 192. (*)