Markets Property

Tiga BUMN Kembangkan Kawasan Teluk Nipah

PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PTPN VII, dan Patrajasa, anak usaha Pertamina (Persero), bekerja sama untuk mengembangkan kawasan Teluk Nipah di Lampung menjadi resort dan kawasan wisata. Ketiga perusahaan segera mengadakan feasibility study untuk mengetahui kebutuhan dana dalam pengembangan kawasan tersebut.

PTPN VII merupakan pemilik dan pemegang izin lahan seluas 820,47 hektare yang memiliki akses ke tiga pantai, yaknis Pantai Sudul dengan garis pantai sepanjang 400 m, Pantai Teluk Nipah sepanjang 650 m, dan Pantai Marina sepanjang 650 m. PTPP akan menjadi pengembang sekaligus kontraktor di proyek ini. Sementara itu, Patrajasa akan menjadi operator setelah resort tersebut selesai dibangun.

“Ini konsepnya untuk kawasan wisata seperti resort. Nanti akan ada tol Lampung yang tersambung ke situ, untuk menggerakkan wisatawan ke objek wisata tersebut,” kata Agus Purbianto, Direktur Keuangan PTPP. Perseroan merupakan kontraktor jalan tol Trans Sumatera untuk ruas Bakauheni-Sidomulyo sepanjang 39,4 km.

Lahan tersebut saat ini dimanfaatkan untuk perkebunan karet dengan tahun tanam 2009, 2010, dan 2011. Di kawasan tersebut juga terdapat tambang batu basalt seluas 30 ha. Tambang batu itu bisa digunakan oleh PP Urban, anak usaha PTPP, untuk bahan bangunan.

Kerja sama ini merupakan kerja sama keempat yang dilakukan PTPP. Sebelumnya, perseroan menggarap proyek Heritage Colomadu di Karanganyar, proyek pengembangan Labuhan Bajo, dan Merak-Bakauheni.

Gatot Subagio, Sekretaris Perusahaan Patrajasa, mengatakan dari hasil feasibility study akan diketahui jumlah investor yang dibutuhkan, pembagian peran masing-masing, dan kajian yang lebih rinci. Perseroan akan menggunakan pengalamannya sebagai operator hotel dan pengembang properti untuk mengelola kawasan wisata Teluk Nipah.

Pemerintah Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan akan mengusulkan agar Kawasan Teluk Nipah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). “Harapan kami, kerja sama pembangunan dan pengoperasian Kawasan Wisata Teluk Nipah menumbuhkan sinergi antar BUMN dan menguntungkan semua pihak,” kata Wahyu Kuncoro, Deputi Menteri BUMN Bidang Agro dan Farmasi. (*)