Markets Mining & Energy

ITMG Bakal Agresif Akuisisi Tambang Batubara

Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) bakal lebih agresif mengakuisisi aset tambang batubara untuk menaikkan rata-rata usia tambangnya dari 7 tahun menjadi 15 tahun. Perseroan membidik 5-10 tambang dengan cadangan batubara di bawah 100 juta ton.

“Akuisisi khususnya untuk aset batubara akan terus kami lakukan,” kata Yulius Gozali, Direktur Keuangan ITMG. Perseroan memiliki kas yang cukup untuk melakukan aksi korporasi tersebut. Hingga akhir September 2017, posisi kas ITMG mencapai USD 402 juta.

September lalu perseroanĀ  merampungkan akuisisi 70% saham PT Tepian Indah Sukses (TIS) senilai USD 9,5 juta. TIS merupakan pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kalimantan Tengah dengan cadangan sebesar 4,7 juta ton. Batubara di wilayah konsesi TIS diperkirakan memiliki kalori 6.400 kcal/kg.

Tambang TIS akan mulai berproduksi pada 2019 dengan target 2 juta ton. Ini berarti cadangan batubara TIS akan habis ditambang dalam waktu 2 tahun. “Cadangan layak tambang di TIS memang 4,7 juta ton tetapi kami akan lakukan pengeboran dan penelitian lebih lanjut. Kami yakin cadangannya akan lebih banyak,” kata Bramantya Putra, Direktur Operasional ITMG.

Di sisi lain, dua tambang ITMG akan ditutup pada 2018-2019 karena tidak bisa ditambang lagi. Kedua tambang tersebut adalah Jorong di Kalimantan Selatan dan Tandung Mayang di Kalimantan Timur.

“Tambang Tandung Mayang sudah mendekati habis cadangannya. Untuk tambang Jorong, produksi terakhir diperkirakan pada kuartal II 2019,” kata Ignatius Wurwanto, Direktur ITMG. Kedua tambang tersebut tingkat produksinya saat ini hanya 1 juta ton.

Hingga kuartal III 2017, perseroan memproduksi batubara 16,2 juta ton atau 71,68% dari target produksi tahun ini sebesar 22,6 juta ton. Adapun volume penjualan batubara perseroan mencapai 16,5 juta ton atau 70% dari target 23,5 juta ton pada tahun ini.

Secara tahunan, volume penjualan batubara perseroan turun 18%. Namun, kenaikan harga rata-rata batubara ITMG sebesar 48% menjadi USD 70,3 per ton membuat nilai penjualan mencapai USD 1,16 miliar, naik 21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih perseroan juga melejit 147% menjadi USD 172 juta. (*)