Markets Mining & Energy

Pendapatan TINS Diestimasi Capai Rp 7,4 Triliun

Pendapatan Timah Tbk (TINS) hingga akhir tahun ini diestimasi mencapai Rp 7,4 triliun, naik 6,35% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan perusahaan akan ditopang oleh produksi bijih timah dan penguatan sejumlah sarana produksi.

Ankga Adiwirasta, Analis BNI Sekuritas, mengatakan produksi bijih timah perseroan tahun ini diperkirakan mencapai 32.000-35.000 ton. Hingga September 2017, perseroan memproduksi 23.854 ton bijih timah, meningkat 49,30% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Perseroan juga membuka unit baru tambang darat, menambah armada kapal produksi, serta mengadopsi teknologi peleburan yang lebih efektif. “Kami memperkirakan pendapatan TINS di FY17 akan naik menjadi Rp 7,4 triliun dari sebelumnya Rp 6,96 triliun. Sementara itu, laba bersih perseroan akan naik menjadi Rp 329,16 miliar, tumbuh 30,72% yoy,” kata Ankga dalam risetnya.

BNI Sekuritas memperkirakan TINS akan mencatat margin laba operasi 9,16% sedangkan margin laba bersih sebesar 4,44%. Angka ini masing-masing meningkat masing-masing sebesar 202 bps dan 83 bps dibandingkan 2016.

“Saat ini, saham TINS diperdagangkan pada forward PER dan PBV 2017F masing-masing sebesar 16,29 kali dan 0,97 kali, lebih rendah dibandingkan rata-rata PER dan PBV 2017F industri sebesar 43,9 kali dan 1,6 kali,” kata Ankga.

BNI Sekuritas merekomendasikan BELI saham TINS dengan target harga Rp 1.100 per saham dalam 12 bulan ke depan. (*)

Follow Us

Most Viewed

Indexes