​​​​ANTM, PTBA, dan TINS Tidak Perlu Tender Offer
coal

​​​​ANTM, PTBA, dan TINS Tidak Perlu Tender Offer

Aneka Tambang Tbk (ANTM), Bukit Asam Tbk (PTBA), dan Timah Tbk (TINS) tidak perlu melakukan mandatory tender offer pasca pembentukan holding BUMN Tambang. Meski pemegang saham utama akan berubah dari Pemerintah Indonesia ke Inalum, tidak terjadi perubahan pengendalian karena 100% saham Inalum dimiliki oleh pemerintah.

“Sekalipun terjadi perubahan pemegang saham utama dalam masing-masing anak perusahaan, namun tidak terjadi perubahan pengendali karena Inalum dimiliki pemerintah,” kata Fajar Harry Sampurno, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN. Ketiga perusahaan tersebut akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 29 November 2017 dengan agenda persetujuan perubahan pemegang saham utama.

Selain itu, RUPSLB akan memberikan persetujuan atas perubahan anggaran dasar dan perubahan status persero. “Meski berubah statusnya tidak lagi sebagai perseroan, ketiga anggota holding itu tetap diperlakukan sama dengan BUMN untuk hal-hal yang sifatnya strategis sehingga negara tetap memiliki kontrol terhadap ketiga
perusahaan,” kata Hambra, Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN.

Sinergi BUMN tambang akan mendorong BUMN tersebut dengan skala usaha yang lebih besar sehingga mampu bersaing di skala regional. Sinergi ini juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan kekuatan finansial sehingga memudahkan pengembangan usaha di bidang hilirisasi pertambangan.

Pada perdagangan Rabu (15/11), harga saham ANTM turun 2,94% menjadi Rp 660, TINS turun 1,10% menjadi Rp 900, dan PTBA turun 4,87% menjadi Rp 11.225. (*)

Leave a Reply

Close Menu