Markets Property

Penjualan Properti Residensial Melambat

Pertumbuhan penjualan properti residensial pada kuartal III 2017 hanya sebesar 2,58% (qtq), melambat dibandingkan kuartal II 2017 sebesar 3,61%. Hal ini disebabkan terbatasnya permintaan terhadap rumah hunian.

Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia menunjukkan, angka pertumbuhan penjualan properti residensial ini sangat jauh jika dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan penjualan dalam 3 tahun terakhir di angka 11,58%.

Kenaikan harga properti residensial pada kuartal III 2017 juga melambat menjadi 0,50% ke level 200,26 poin dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 1,18%. Secara tahunan, pertumbuhan harga properti residensial lebih tinggi menjadi 3,32% pada kuartal III 2017 dibandingkan kuartal II 2017 sebesar 3,17%.

“Kenaikan harga bahan bangunan dan kenaikan upah pekerja menjadi faktor utama penyebab kenaikan harga properti residensial dalam periode laporan,” kata BI.

Kenaikan harga properti residensial terjadi pada semua tipe rumah, khususnya tipe menengah 0,59% (qtq), lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya 0,55%. Sementara itu, kenaikan harga rumah tipe kecil melambat dari 2,61% menjadi 0,61% dan tipe besar dari 0,38% menjadi 0,29%.

Jika dilihat berdasarkan wilayah, kenaikan harga properti residensial tertingi terjadi di Bandar Lampung, yakni sebesar 3,13%. “Kenaikan harga properti residensial di Bandar Lampung disebabkan lokasi yang cukup strategis sebagai gerbang Pulau Sumatera dan letaknya relatif dekat dengan Jakarta yang menjadi pusat bisnis, pemerintahan, keuangan, dan perdagangan,” kata BI.

Sejalan dengan peningkatan penjualan properti residensial, penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) ikut naik. Total KPR dan KPA pada kuartal III 2017 naik 2,54% menjadi Rp 392 triliun.

Survei menunjukkan KPR tetap menjadi pilihan utama konsumen dalam transaksi pembelian properti residensial. Sebanyak 76,42% konsumen menggunakan KPR dalam pembelian properti residensial, naik dibandingkan kuartal II 2017 sebanyak 75,54%. Konsumen yang menggunakan skema pembayaran tunai mencapai 17,13%, naik dibandingkan kuartal sebelumnya 17,07%. Adapun tingkat bunga KPR perbankan berkisar 9,69%-13,02%. (*)

Follow Us

Most Viewed

Indexes