Finance Markets

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,25%

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 15-16 November 2017 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan 7 days repo rate di level 4,25%. BI juga mempertahankan suku bunga deposit facility dan lending facility di level 3,5% dan 5%. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga kondisi ekonomi makro, stabilitas sistem keuangan, dan membangun momentum pemulihan ekonomi.

Agusman, Direktur Eksekutif BI, mengatakan kebijakan suku bunga acuan saat ini cukup untuk mengontrol inflasi dalam koridor yang ditargetkan BI dan menjaga defisit neraca transaksi berjalan tetap sehat. “Ekonomi domestik terus tumbuh dengan struktur yang lebih seimbang. Meski demikian, BI tetap mewaspadai risiko-risiko, termasuk risiko global yang terkait rencana pengetatan kebijakan moneter di beberapa negara maju dan risiko domestik, seperti rendahnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan intermediasi perbankan,” kata Agusman.

BI melihat pertumbuhan ekonomi global membaik dan akan mencapai 3,6% pada 2017 dan 2018 seiring dengan pertumbuhan ekonomi China, Jepang, dan Eropa yang melampaui ekspektasi, serta kinerja ekonomi Amerika Serikat (AS) yang solid. Perekonomian domestik pada kuartal III 2017 juga meraih momentum dengan pertumbuhan sebesar 5,06% yoy, lebih tinggi dibandingkan dua kuartal sebelumnya sebesar 5,01% yoy.

Ekspor didorong oleh kenaikan harga komoditas, seperti crude palm oil (CPO) dan batubara serta pertumbuhan ekonomi global yang lebih kuat. Investasi mencapai level tertinggi sejak kuartal II 2013. Di sisi lain, konsumsi pemerintah juga meningkat seiring dengan kenaikan belanja pemerintah. Sementara itu, konsumsi rumah tangga masih terbatas.

Pertumbuhan ekonomi di Sumatera, Jawa, Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi meningkat dengan pulihnya aktivitas di sektor konstruksi dan industri manufaktur. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi di Maluku dan Papua melambat karena penurunan produksi di sektor pertambangan. BI Memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun ini akan mencapai 5,1% dan membaik ke kisaran 5,1%-5,5% pada 2018. (*)

Follow Us

Most Viewed

Indexes