Infrastructure Markets Property

Wika Gedung Bukukan Pendapatan Rp 2,4 Triliun

Wijaya Karya Bangunan Gedung (Wika Gedung) membukukan pendapatan Rp 2,4 triliun hingga September 2017. Perseroan mencatat total kontrak (order book) senilai Rp 11,47 triliun, terdiri atas kontrak baru Rp 5,89 triliun dan kontrak bawaan (carry over) Rp 5,58 triliun.

Nur Al Fata, Direktur Human Capital dan Pengembangan Investasi Wika Gedung, mengatakan beberapa kontrak baru perseroan adalah proyek Hotel dan Resort Pullman Mandalika Lombok, Apartemen Grand Ostello Jatinangor, Transmart Sidoarjo, Jakarta International Equestrian Park Pulomas Jakarta Timur, Stasiun LRT Jakarta Koridor 1, Gedung Mabes Polri Sisi Barat, dan Gedung Telkom Manyar.

Perseroan tengah mengembangkan teknologi modular dan precast system untuk beberapa proyeknya. “Modular merupakan salah satu strategi backward perusahaan di industrialisasi prefabrikasi untuk memperkuat supply chain kami sebagai perusahaan konstruksi gedung,” kata Nur. Teknologi ini dinilai lebih ramah lingkungan, mempercepat pembangunan, dan memiliki sistem aplikasi yang mudah.

Perseroan mengaplikasikan modular bathroom pada proyek Relokasi Rumah Dinas Angkatan Udara Halim sebanyak 716 unit dan proyek Tamansari Urbano, Bekasi. “Di proyek ini akan dipasang 1.200 unit modular bathroom serta menggunakan fasade pracetak dengan volume 22.000 m2 yang dipasok oleh WIKA Pracetak Gedung (WPG),” ujar Nur.

WPG adalah anak usaha Wika Gedung yang didirikan sejak 17 Januari 2017. WPG memproduksi beberapa varian produk pracetak, seperti kolom pracetak, hollow core slab (HCS), dan fasade pracetak. Hingga Oktober 2017, WPG membukukan kontrak baru Rp 137,6 miliar. (*)

Follow Us

Most Viewed

Indexes