Infrastructure Markets

Kontrak Baru ADHI Capai Rp 31,6 Triliun

Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan kontrak baru Rp 31,6 triliun hingga Oktober 2017, angka ini melampaui target tahun ini sebesar Rp 21 triliun. Lini bisnis konstruksi dan energi memberikan kontribusi terbesar, yakni 96,1% dari total kontrak baru perseroan sedangkan sisanya dari lini bisnis lainnya.

Ki Syahgolang Permata, Sekretaris Perusahaan ADHI, mengatakan realisasi kontrak baru perseroan, antara lain berasal dari proyek Hotel Zaraza Malang Rp 594 miliar, Skypark Bandung Rp 308 miliar, dan Bendung Batang Bayang Rp 147 miliar. “Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri atas kontrak dari pemerintah 73,8%, BUMN 13,6%, dan swasta 12,6%,” kata Ki Syahgolang.

Berdasarkan tipe pekerjaan, kontrak baru untuk proyek jalan, jembatan, dan LRT mencapai 68,3% dari total kontrak baru. Proyek gedung berkontribusi 23,7% sedangkan proyek infrastruktur lainnya 8%.

Pembangunan light rail transit (LRT) wilayah Jabodebek tahap I yang dilakukan perseroan saat ini mencapai 23,4%. Perkembangan pembangunan untuk lintasan Cawang-Cibubur mencapai 42,2%, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 9,6%, dan Cawang-Bekasi Timur 24,6%.

Pada sesi pertama perdagangan Senin (20/11), harga saham ADHI turun 0,89% menjadi Rp 2.220. (*)