Penerbitan Surat Utang 2018 Diprediksi Rp 158 Triliun
money

Penerbitan Surat Utang 2018 Diprediksi Rp 158 Triliun

Penerbitan surat utang pada 2018 diprediksi akan mencapai Rp 155 triliun-Rp 158 triliun, meningkat sekitar 5,33% dibandingkan estimasi penerbitan tahun ini sebesar Rp 150 triliun. Tren suku bunga rendah dan kebutuhan refinancing menjadi alasan bagi perusahaan untuk menerbitkan surat utang tersebut.

“Kami belum tahu berapa besar surat utang yang akan jatuh tempo tahun depan, sebagian besar akan di-refinancing. Selain itu, ada kebutuhan penerbitan surat utang baru untuk kebutuhan usaha,” kata Hendro Utomo, SVP Head of Financial Institution Ratings Division Pefindo. Proyeksi ini berdasarkan asumsi pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,1%-5,4%, inflasi yang terkendali, dan suku bunga acuan yang dipertahankan di level rendah seperti saat ini.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), nilai penerbitan surat utang nasional hingga 31 Oktober 2017 mencapai Rp 137,06 triliun berasal dari 84 perusahaan. Dari angka tersebut, nilai surat utang yang diperingkat oleh Pefindo mencapai Rp 113,71 triliun dari 68 perusahaan. Pangsa pasar Pefindo dalam pemeringkatan surat utang mencapai 75,36%. Sektor perbankan dan perusahaan pembiayaan (multifinance) masih mendominasi penerbitan surat utang, disusul sektor konstruksi, telekomunikasi, dan pertambangan.

Saat ini, Pefindo masih memiliki mandat untuk memeringkat surat utang senilai Rp 26,82 triliun. Jika semua penerbitan surat utang ini direalisasikan, total nilai emisi surat utang pada akhir 2017 bisa melebihi Rp 160 triliun. Namun jika ada penerbitan yang ditunda hingga tahun depan, minimal nilai emisi surat utang pada 2017 akan mencapai Rp 150 triliun.

Kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan mensyaratkan penempatan investasi perusahaan asuransi dan dana pensiun di obligasi dalam persentase tertentu akan mendorong penyerapan obligasi korporasi tahun depan. Aturan lain mengenai pelonggaran loan to deposit ratio (LDR) yang memasukkan obligasi sebagai komponen kredit juga akan menjadi sentimen positif untuk pasar surat utang korporasi. (*)

Leave a Reply

Close Menu