Consumer Infrastructure Markets

IHSG Berpeluang Tumbuh 10% di 2018

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2018 berpeluang tumbuh 10% dibandingkan posisi akhir tahun ini yang diprediksi 6.100-6.200 poin. Sektor-sektor yang berpotensi melaju pada tahun depan adalah sektor barang konsumsi, perbankan, dan infrastruktur.

Aliyahdin Saugi, Director and Head of Equity BNP Paribas Investment Partners, mengatakan laju indeks akan selaras dengan ekspektasi terhadap pertumbuhan laba emiten yang diprediksi sebesar 10%-12%. Sektor barang konsumsi dan turunannya akan mendapatkan sentimen positif dari perbaikan daya beli masyarakat.

Menjelang pelaksanaan pemilihan umum daerah (Pilkada) dan pemilihan presiden (Pilpres), banyak dana yang akan dikucurkan pemerintah untuk mendorong konsumsi masyarakat, antara lain dalam bentuk subsidi. Kontribusi pemilu terhadap pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 0,1%-0,2%.

BNP Paribas memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2018 akan berkisar 5,2%-5,3%. Di sisi lain, pelaku pasar harus bersiap menghadapi volatilitas yang lebih tinggi pada 2018 karena sentimen negatif di tahun politik.

Peningkatan belanja pemerintah di sektor infrastruktur juga akan mendorong saham-saham sektorĀ  infrastruktur dan konstruksi. Namun, investor juga harus selektif karena tidak semua emiten di sektor konstruksi memiliki cashflow yang baik untuk membiayai ekspansinya.

Di sektor perbankan, non-performing loan (NPL) akan menurun seiring perbaikan kualitas kredit. “Perekonomian membaik, perusahaan memiliki dana untuk mencicil kredit sehingga NPL membaik. Kami berharap pertumbuhan kredit 2018 lebih baik daripada tahun ini,” kata Aliyahdin.

Di sektor telekomunikasi, BNP Paribas melihat masih ada peluang pertumbuhan. Namun, persaingan yang ketat untuk menjual paket data akan menggerus margin emiten telekomunikasi.

Sementara itu, harga komoditas seperti batubara dan minyak diperkirakan tidak akan tumbuh setinggi tahun ini. Harga komoditas juga akan dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan permintaan dari China.

Dari sisi eksternal, faktor yang akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia adalah rencana The Fed menaikkan suku bunga acuan (Fed Fund Rate) dan perkembangan ekonomi global. “Kami harapkan kenaikan suku bunga acuan AS terjadi secara gradual,” kata Aliyahdin. (*)