Headline Industry & Trade Markets

Pemulihan Pasar Semen Belum Signifikan

Volume konsumsi semen domestik pada Oktober 2017 yang mencapai 6,8 juta ton, naik 11,4% yoy merupakan angka bulanan tertinggi sepanjang tahun ini. Namun, pemulihan konsumsi semen ini hanya faktor musiman sebelum datangnya musim hujan dan libur akhir tahun pada November-Desember 2017.

Secara kumulatif, volume konsumsi semen domestik mencapai 54,2 juta ton pada periode Januari-Oktober 2017, naik 6,7% yoy. Jawa berkontribusi 57% terhadap total konsumsi semen domestik. Permintaan dari pulau-pulau lainnya juga tumbuh, kecuali di Sulawesi yang melambat 7,3% yoy.

Mimi Halimin, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan produsen semen akan sulit mencapai margin seperti sebelumnya karena kelebihan pasokan (oversupply) masih bertahan. “Kami masih mempertahankan pandangan bearish kami di sektor ini mengingat kondisi oversupply yang berkepanjangan dan pasar properti yang masih kurang bersemangat,” kata Mimi.

Konsumsi semen domestik Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencapai 2,8 juta ton pada Oktober 2017, tumbuh 8,8% yoy. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat konsumsi semen domestik 1,7 juta ton pada Oktober 2017, naik 9,3% yoy. INTP memperkirakan produksi semen domestik pada 2018 akan mencapai 113 juta ton sedangkan permintaan hanya 70 juta ton.

Pandangan Mirae terhadap sektor semen akan berubah jika pemulihan pasar properti lebih kuat dari perkiraan. Faktor lain memengaruhi industri semen adalah konsolidasi pelaku industri semen, intervensi pemerintah yang mendukung industri semen dan properti, serta harga batubara yang lebih lemah dari yang diperkirakan.

Mirae merekomendasikan HOLD saham SMGR di level Rp 9.580 per saham dan SELL untuk INTP dengan target Rp 15.500. (*)

Follow Us

Most Viewed

Indexes