Finance Markets

BNP Paribas Targetkan Dana Kelolaan Tumbuh 10%

BNP Paribas Investment Partners menargetkan pertumbuhan dana kelolaan sebesar 8%-10% pada 2018 menjadi sekitar Rp 33,48 triliun-Rp 34,10 tiliun. Perseroan akan mengandalkan produk-produk yang sudah dimiliki dan memperluas basis investor untuk mencapai target tersebut.

Vivian Secakusuma, Direktur Utama BNP Paribas Investment Partners, mengatakan saat ini dana kelolaan reksadana perseroan mencapai Rp 31 triliun. Perseroan memiliki 16 produk reksadana publik dan 22 agen penjual, termasuk bank, perusahaan efek, maupun fintech (financial technology).

“Fintech membantu penyebaran investor, apalagi secara geografis Indonesia adalah negara kepulauan sehingga penjualan secara digital lebih baik,” kata Vivian. Perusahaan melakukan evaluasi dan uji kelayakan dari sisi infrastruktur dan perizinan yang dimiliki perusahaan fintech yang akan menjadi agen penjual reksadana.

Perluasan basis investor melalui platform digital saat ini menjadi suatu kebutuhan seiring dengan pertumbuhan pengguna smartphone dan internet. BNP Paribas juga melakukan edukasi melalui BNP Paribas Investment Academy untuk meningkatkan jumlah investor.

Dari sisi produk, perseroan belum memiliki rencana untuk meluncurkan produk baru. “Kami sedang review produk yang ada, mungkin untuk yang balanced (reksadana campuran) akan kami lihat. Kalau investor masih bisa dilayani dengan produk yang ada, tidak ada penambahan produk baru,” kata Vivian.

Optimisme perusahaan terhadap pertumbuhan dana kelolaan tahun depan sejalan dengan prospek pertumbuhan ekonomi yang diprediksi mencapai 5,2%-5,3%. BNP juga memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun pendapatan para emiten akan tumbuh 10%. “Obligasi maupun pasar saham masih memberikan peluang yang baik,” ujar Vivian. Sepanjang tahun ini IHSG menguat sekitar 13,39% sedangkan obligasi 13%. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment