Infrastructure Markets Mining & Energy

PPRE Bidik 4 Bisnis Baru

PP Presisi Tbk (PPRE), perusahaan jasa konstruksi sipil dan struktur bangunan terbesar di Indonesia, membidik empat bisnis baru. Perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp 1,4 triliun untuk pengembangan bisnis tersebut pada tahun depan.

Benny Pidakso, Direktur Keuangan PPRE, mengatakan perseroan berencana mengembangkan bisnisnya di bidang mining contractor (kontraktor pertambangan), balance of plant, erector power plant, dan mechanical electrical.

“Untuk bisnis mining contractor itu full hauling, sudah dimulai tahun ini,” kata Benny. Perseroan mendapatkan kontrak untuk mengeruk batubara di Kalimantan hingga 5 tahun ke depan. Nilai kontrak Rp 300 miliar per tahun.

Sementara itu, bisnis balance of plant, erector power plant, dan mechanical electrical terkait dengan konstruksi pembangkit listrik. Balance of plant adalah kegiatan di mana perusahaan memasok komponen dan sistem pendukung pembangkit listrik, seperti transformer, inverter, dan lain-lain.

Erector power plant adalah kegiatan untuk memasang tiang pancang untuk struktur bangunan pembangkit listrik. “Untuk bisnis erector power plant, kami sedang penjajakan dengan partner PMA dari Jepang, targetnya selesai pada kuartal I 2018,” ujar Benny.

Sementara itu, mechanical electrical dalam kegiatan desain dan konstruksi pembangkit listrik merupakan kegiatan yang terkait pemasangan instalasi mesin dan kelistrikan.

Perseroan akan menyiapkan dana kas internal maupun pendanaan eksternal untuk mendukung belanja modal 2018. “Sebagian dana capex 2018 dari hasil IPO. Sisanya dari plafon pinjaman perbankan yang sudah kami dapatkan,” kata Benny.

Pada tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal Rp 1,8 triliun. Hingga Oktober 2017, realisasi belanja modal PPRE mencapai Rp 1,5 triliun. Belanja modal tahun ini digunakan untuk akuisisi Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) senilai Rp 331,5 miliar dan pembelian alat-alat berat baru. (*)