Investor Asing Catat Net Buy Rp 2,17 Triliun
stock market

Investor Asing Catat Net Buy Rp 2,17 Triliun

Investor asing mencatat net buy (pembelian bersih) Rp 2,17 triliun pada periode 20-24 November 2017. Aksi beli ini berhasil membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,25% ke level 6.067,14 poin.

Kenaikan indeks juga menyebabkan kenaikan nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 0,33% menjadi Rp 6.716,37 triliun. Enam sektor saham menjadi pendorong indeks, yakni sektor aneka industri yang naik 3,42%, infrastruktur 0,6%, manufaktur 0,56%, keuangan 0,24%, konsumer 0,07%, serta sektor jasa dan perdagangan 0,06%.

Sektor pertanian mencatat penurunan terdalam -1,32% disusul sektor properti dan real estat -0,65%, pertambangan -0,54%, dan industri dasar -0,35%.

Sepanjang pekan ini, rata-rata nilai transaksi harian BEI turun 10,58% menjadi Rp 6,76 triliun. Rata-rata volume transaksi harian BEI juga turun 7,20% menjadi 10,31 miliar unit saham. Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian BEI turun 9,05% persen menjadi 301.190 kali transaksi.

Pada Jumat (24/11), PT PP Presisi Tbk (PPRE) mencatatkan sahamnya di BEI dengan harga Rp 430 per saham. PPRE menjadi emiten ke-29 yang tercatat di BEI tahun ini.

Hanson International Tbk (MYRX) menjadi saham yang ditransaksikan dengan volume terbesar 5,91 miliar saham dengan nilai Rp 625,13 miliar. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menjadi saham yang ditransaksikan dengan nilai terbesar Rp 2,45 triliun dengan volume 581 juta saham.

Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) mencatat kenaikan harga tertinggi dalam sepekan 106,19% menjadi Rp 400. Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) mengalami penurunan harga terbesar -28,52% menjadi Rp 1.065. (*)

Leave a Reply

Close Menu