Markets Mining & Energy

Inalum Resmi Miliki Saham 3 BUMN Tambang

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian BUMN resmi mengalihkan saham seri B Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar 65%, Bukit Asam Tbk (PTBA) 65,02%, Timah Tbk (TINS) 65%, dan PT Freeport Indonesia (PTFI) 9,36% kepada Inalum. Setelah Holding BUMN Industri Pertambangan ini tuntas, Inalum mendapatkan tugas strategis untuk mengambil alih saham PTFI yang akan didivestasi oleh Freeport McMoran.

Setelah akta pengalihan saham ditandatangani, proses selanjutnya adalah persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) ANTM, PTBA, dan TINS yang akan berlangsung 29 November 2017.

Rini M Soemarno, Menteri BUMN, mengatakan proses negosiasi antara pemerintah dengan Freeport masih terus berlangsung. Freeport akan memberikan jawaban mengenai keputusan divestasi sahamnya pada Desember 2017. “Dengan peningkatan aset Holding BUMN Industri Pertambangan, Inalum akan mampu menyerap nilai akuisisi PT Freeport Indonesia,” kata Rini.

Nilai aset Holding BUMN Industri Pertambangan mencapai Rp 90 triliun dan ekuitasnya Rp 65 triliun. Jika berhasil mengambil alih seluruh saham PTFI yang didivestasi, total aset holding BUMN tersebut bisa mencapai Rp 200 triliun. Pertumbuhan aset yang signifikan ini akan mempercepat target Holding BUMN Industri Tambang untuk masuk dalam daftar 500 perusahaan global terkemuka di Fortune 500.

Selain mengambil alih saham PTFI, Holding BUMN Industri Pertambangan akan lebih agresif melakukan akuisisi maupun eksplorasi wilayah penambangan, melakukan integrasi bisnis dan hilirisasi. Holding ini akan memberikan manfaat bagi pemerintah melalui peningkatan pembayaran pajak, royalti, serta dividen. Selain itu, holding BUMN diprediksi akan menyerap ribuan tenaga kerja baru, meningkatan kegiatan ekonomi daerah, dan menghasilkan produk-produk yang memiliki daya saing internasional. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment