Pendapatan PPRE Tumbuh 271%
konstruksi

Pendapatan PPRE Tumbuh 271%

Kinerja PP Presisi Tbk (PPRE), perusahaan jasa konstruksi sipil dan struktur bangunan terbesar di Indonesia, tumbuh pesat. Hingga kuartal III 2017, perseroan membukukan pendapatan Rp 930 miliar, melejit 271% dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar Rp 251 miliar. Laba bersih perseroan juga tumbuh 234% yoy menjadi Rp 89 miliar.

“Kombinasi dari pekerjaan beberapa proyek infrastruktur nasional, perolehan kontrak baru, serta akuisisi 51% saham Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) berhasil mendorong pendapatan dan laba bersih perseroan untuk tumbuh signifikan pada sembilan bulan pertama di 2017,” kata Iswanto Amperawan, Direktur Utama PPRE.

Kontribusi terbesar pendapatan perusahaan berasal dari pekerjaan sipil (civil work) termasuk foundation work dengan kontribusi sekitar 61%. Sewa Peralatan berat berkontribusi 16%, ready mix 14%, dan 9% pendapatan perusahaan berasal dari form work. PPRE mulai masuk ke bisnis civil work sejak kuartal II 2016.

Laba usaha perseroan hingga September 2017 mencapai Rp 211 miliar, meningkat 299% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 53 miliar. Pencapaian ini merefleksikan margin laba usaha sebesar 22,8%, naik 106 bps dibandingkan kuartal III 2016. EBITDA perseoan mencapai Rp 322 miliar, tumbuh 234% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 93 miliar.

Kontrak Baru

Pada periode Januari-Oktober 2017, perseroan bersama entitas anak usahanya membukukan total kontrak baru sebesar Rp 4,2 triliun. Kontrak tersebut merupakan kontrak perseroan (induk) sebesar Rp 2,2 triliun dan kontrak untuk Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) sebesar Rp 2 triliun. LMA adalah anak usaha yang diakuisisi perseroan pada Juni 2017. Perseroan menargetkan kontrak baru sebesar Rp 5,8 triliun hingga akhir tahun ini.

Perseroan juga memiliki kontrak carry over sebesar Rp 4,9 triliun. Dengan demikian, total kontrak (order book) PPRE hingga Oktober 2017 mencapai Rp 9,1 triliun.

Perseroan memiliki total aset Rp 3,6 triliun dengan total ekuitas Rp 1,3 triliun per 30 September 2017. Total utang berbunga (interest bearing debt) mencapai Rp 1,4 triliun dengan kas Rp 310 miliar sehingga net gearing ratio berada pada 0,84 kali.

Setelah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 November 2017, kinerja keuangan PPRE semakin kuat. Total aset PPRE menjadi Rp 4,6 triliun dengan total ekuitas Rp 2,3 triliun. Proforma kas menjadi Rp 1,3 triliun sehingga net gearing ratio membaik menjadi 0,05 kali.

“Masuknya dana segar ke perseroan akan memperkuat kapabilitas keuangan sehingga posisi keuangan perseroan lebih tangguh untuk menggarap proyek-proyek infrastruktur berskala besar,” ujar Benny Pidakso, Direktur Keuangan PPRE.

PPRE merupakan emiten ke-29 yang mencatatkan sahamnya di BEI tahun ini. Saham perseroan juga ditetapkan sebagai efek syariah oleh Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat Keputusan No: KEP 54/D.04/2017. (*)

Leave a Reply

Close Menu