Infrastructure Markets

WIKA Bidik Pertumbuhan Kinerja 20%

Wijaya Karya Tbk (WIKA) membidik pertumbuhan di atas 20% untuk pendapatan dan laba bersih 2018. Proyek-proyek infrastruktur masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perseroan.

WIKA memproyeksikan pendapatan tahun ini akan mencapai Rp 25,75 triliun dan laba bersih Rp 1,22 triliun. Dengan asumsi pertumbuhan 20%, pendapatan perseroan tahun depan akan mencapai Rp 30,90 triliun dan laba bersih Rp 1,46 triliun.

Antonius NS Kosasih, Direktur Keuangan WIKA, mengatakan perseroan optimistis terhadap pertumbuhan kinerja tahun depan seiring dengan perbaikan ekonomi. “Proyek infrastruktur akan menjadi pendorong utama untuk pendapatan maupun laba perusahaan,” kata Kosasih. Perseroan menangani 48 proyek strategis nasional, termasuk proyek infrastruktur jalan tol, bendungan, pembangkit listrik, dan proyek-proyek lainnya.

Perseroan juga memperkirakan total kontrak tahun depan akan naik 20% menjadi sekitar Rp 123,6 triliun dari proyeksi tahun ini sebesar Rp 103 triliun. Hingga Oktober 2017, perseroan meraih kontrak baru sebesar Rp 34,67 triliun atau 80,16% dari target tahun ini Rp 43,25 triliun. Total kontrak (order book) perseroan mencapai Rp 96,98 triliun atau 93,9% dari target tahun ini Rp 103,25 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan, perseroan membukukan pendapatan Rp 15,88 triliun pada kuartal III 2017, tumbuh 69,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, laba bersih perseroan mencapai Rp 682,64 miliar, meningkat 47% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (*)