Obligasi SMF Oversubscribed
money

Obligasi SMF Oversubscribed

Penawaran Obligasi Berkelanjutan Sarana Multigriya Finansial (SMF) IV Tahap II 2017 mengalami kelebihan permintaan hingga 3,88 kali atau Rp 3,88 triliun. Perseroan tetap menerbitkan obligasi tersebut sesuai target sebesar Rp 1 triliun sesuai dengan target penyaluran pembiayaan perumahan pada kuartal IV 2017.

Ananta Wiyogo, Direktur Utama SMF, mengatakan dana yang diperoleh perseroan dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk memberikan pinjaman bagi penyalur KPR. Obligasi SMF diterbitkan dalam dua seri, yakni seri A dengan nilai Rp 327 miliar dengan kupon 6,25% dan tenor 370 hari. Obligasi seri B dengan nilai Rp 673 miliar memiliki tenor 3 tahun dan kupon 7,25%.

“Minat investor berinvestasi pada obligasi SMF sangat tinggi karena obligasi ini diterbitkan oleh perusahaan setara BUMN dengan peringkat idAAA dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo),” kata Ananta.

Penerbitan Obligasi ini merupakan bagian dari upaya SMF dalam menghimpun dana dengan target Rp 12 triliun. Penerbitan obligasi SMF selanjutnya akan dilaksanakan pada kuartal I 2018 dengan nominal yang disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas SMF. Hingga September 2017, perseroan telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 4,2 triliun dari total target tahun ini sebesar Rp 5,2 triliun.

Trisnadi Yulrisman, Direktur SMF, mengatakan sejak awal SMF berdiri, perseroan telah mengalirkan dana dari pasar modal kepada penyalur KPR sebesar Rp 32,64 triliun. Pembiayaan ini terdiri atas sekuritisasi sebesar Rp 8,15 triliun dan penyaluran pinjaman Rp 24,49 triliun. Jumah debitor yang dibiayai mencapai 672.109 debitor dari Aceh hingga Papua.

Untuk pembiayaan KPR, SMF telah bekerja sama dengan 1 bank umum, 6 bank syariah, 11 BPD, dan 3 perusahaan multifinance. Sementara itu, untuk penerbitan sekuritisasi SMF bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan Bank Mandiri Tbk (BMRI). (*)

Leave a Reply