DAYA akan Rights Issue Rp 66 Miliar
retail and consumer

DAYA akan Rights Issue Rp 66 Miliar

Duta Intidaya Tbk (DAYA), perusahaan ritel produk kesehatan dan kecantikan pemegang merek Watsons, akan menerbitkan 343 juta saham baru melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue). Perseroan menargetkan dana Rp 66 miliar dari aksi korporasi yang akan dilaksanakan pada 30 November-8 Desember 2017.

Manajemen DAYA dalam prospektusnya menyebutkan, perseroan akan menggunakan 60% atau Rp 40 miliar dari dana hasil rights issue untuk belanja modal ekspansi gerai baru, peremajaan gerai, dan investasi sistem teknologi informasi yang strategis. Sekitar 40% atau Rp 26 miliar dari dana rights issue akan digunakan untuk modal kerja dan mendukung ekspansi DAYA di gerai offline maupun e-commerce.

Setiap pemegang 1 saham lama akan mendapatkan 1 HMETD untuk membeli 1 saham baru dengan harga nominal Rp 100. Rights issue ini berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan sebesar 14,17%.

Indah Sehat Cemerlang sebagai pemegang saham pengendali DAYA dengan kepemilikan sebesar 951,88 juta saham atau 45,8% tidak akan melaksanakan HMETD-nya dalam aksi korporasi ini. Sementara itu, Total Alliance Holdings Ltd, pemegang saham utama yang memiliki 916,41 juta saham atau 44,09% DAYA, akan melaksanakan HMETD-nya.

“Jika seluruh saham baru yang ditawarkan dalam PMHMETD setelah dikurang komitmen pemegang saham utama tidak seluruhnya diambil oleh pemegang saham lainnya, sisa saham baru akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang telah melaksanakan HMETD dan melakukan pemesanan tambahan,” kata manajemen DAYA.

Perseroan belum menunjuk pembeli siaga (standby buyer) dalam transaksi ini. Saat ini, pemegang saham DAYA terdiri atas Indah Sehat Cemerlang 45,8%, Total Alliance Holdings Ltd 44,09%, dan masyarakat 10,11%.

Per September 2017, perseroan mengoperasikan 72 gerai di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. Perseroan membukukan pendapatan Rp 158,77 miliar per Juni 2017, naik 45% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, perseroan masih membukukan rugi bersih Rp 3,85 miliar karena lonjakan beban usaha sebesar 34,3% menjadi Rp 77,22 miliar. (*)

Leave a Reply

Close Menu