Schroder Targetkan Pertumbuhan AUM 10%

Schroder Investment Management Indonesia (SIMI) memperkirakan dana kelolaan reksadana (asset under management) pada 2018 akan tumbuh sekitar 10% menjadi Rp 93,5 triliun-Rp 95,7 triliun. Reksadana saham tetap menjadi kontributor utama terhadap dana kelolaan perseroan.

“Kalau bisa tumbuh 10%, saya happy,” kata Michael Tjoajadi, Direktur Utama Schroder. Hingga akhir September 2017, Schroder mencatat dana kelolaan sebesar Rp 83,52 triliun.

Perseroan memperkirakan, dana kelolaan pada akhir tahun ini akan mencapai Rp 85 triliun-Rp 87 triliun. Dana kelolaan reksadana saham mencapai Rp 57 triliun atau 68% dari total dana kelolaan reksadana perseroan. “Kontribusi reksadana saham masih stabil sekitar 65%,” kata Michael.

Untuk meningkatkan dana kelolaan, perseroan juga mengembangkan jalur distribusi reksadana dengan platform digital bekerja sama dengan Bareksa.com. Perseroan membidik investor milennial berusia 20-40 tahun yang memiliki eksposur tinggi terhadap teknologi internet.

Teddy Oetomo, Direktur Schroder, mengatakan reksadana yang ditawarkan melalui Bareksa.com adalah reksadana pendapatan tetap, campuran, dan pasar uang. “Kami menjaga risk profile investor reksadana yang melakukan pembelian melalui Bareksa.com karena biasanya mereka investor pemula,” kata Teddy. Ada tujuh produk yang ditawarkan pada tahap awal, antara lain Reksa Dana Schroder Dana Likuid, Reksa Dana Schroder Dana Terpadu, dan Reksa Dana Schroder Syariah Balanced Fund.

Karaniya Dharmasaputra, Komisaris Utama Bareksa.com, mengatakan saat nilai transaksi reksadana di Bareksa.com mencapai Rp 500 miliar. Jumlah manajer investasi yang bekerja sama dengan perusahaan mencapai 29 manajer investasi dengan produk 128 reksadana. “Kami berharap tahun depan nilai transaksi reksadana di Bareksa bisa double menjadi Rp 1 triliun,” kata Karaniya. (*)

Leave a Reply