Stock Split Tingkatkan Likuiditas Saham BBRI
saham

Stock Split Tingkatkan Likuiditas Saham BBRI

Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan melaksanakan pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:5. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan likuiditas transaksi saham BBRI.

“Stock split ini merupakan salah satu upaya perseroan memberikan sinyal positif atas optimisme manajemen dan kinerja Bank BRI di masa depan,” ujar Suprajarto, Direktur Utama BBRI. Rencana pemecahan saham BBRI telah mendapatkan persetujuan RUPSLB hari ini dan akan dilaksanakan pada 10 November 2017.

Pada perdagangan Rabu (18/10), harga saham BBRI berada di level Rp 15.400. Adapun harga rata-rata saham BBRI dalam 3 bulan terakhir Rp 15.374. Dengan rasio 1:5, berarti harga saham BBRI pasca stock split akan berkisar Rp 3.100.

“Tujuan utama stock split, pemegang saham BBRI atau investor ritel akan meningkat, sehingga diharapkan frekuensi perdagangan saham BBRI juga akan meningkat,” kata Suprajarto. Peningkatan jumlah investor ritel akan memberikan keseimbangan terhadap harga saham perseroan. Selain itu, aksi korporasi ini juga dilakukan untuk mendukung program ‘Yuk Nabung Saham’ serta memberikan kesempatan pada investor ritel domestik untuk memiliki saham blue chip.

Samuel Sekuritas Indonesia menilai positif rencana stock split BBRI. Samuel merekomendasikan BUY saham BBRI, dengan target harga sebelum stock split sebesar Rp 16.600. (*)

Leave a Reply

Close Menu